Mourinho Beberkan Rahasia Bawa Manchester United Juara Liga Europa

Featured

jose mourinho buka bukaan rahasia bawa MU juara

Manchester United sukses membungkam Ajax Amsterdam di partai puncak Liga Europa pada akhir Mei lalu. The Red Devils keluar sebagai pemenang pada laga tersebut dengan skor akhir 2-0. Baru-baru ini Jose Mourinho pun mengungkap rahasia bagaimana skuat asuhannya tersebut dapat meraih kemenangan atas runner up Eredivisie 2016/17. Ia juga tidak lupa menjelaskan pandangannya mengenai pendapat banyak orang yang menganggap permainannya pragmatis.

“Sebelumnya saya telah menyaksikan berbagai pertandingan Ajax, ada sekitar 8 pertandingan yang saya tonton. Jika lawan saya adalah tim yang berasal dari Inggris maka biasanya saya hanya menonton dua atau pertandingan mereka sebelumnya, karena saya sudah sering bertemu dan tahu strategi mereka. Tapi hal ini tentunya berbeda untuk tim-tim Eropa karena saya memiliki banyak pertandingan dengan mereka.

“Bagi saya, sangat penting untuk tahu siapa lawan anda dan menganalisa cara bermain mereka, karena dari situlah saya dapat menentukan cara saya melatih dan menentukan strategi permainan. Ketika melawan Ajax, kami memang sengaja membuat permainan tidak stabil. Kami biarkan mereka bermain di belakang dan menahan pemain bertahan bagian kanan mereka, strategi itu memaksa mereka untuk mengalirkan bola lewat Davinson Sanchez yang lebih bermasalah,” ujar manajer United tersebut kepada media Tribuna Expresso.

Tidak hanya itu, Mou juga merubah beberapa pemainnya terutama yang bertugas sebagai gelandang seperti Paul Pogba, Marouane Fellaini dan Ander Herrera. Hal tersebut ia lakukan sebab untuk menghentikan laju lini tengah Ajax yang akhirnya akan memaksa Sanchez untuk melakukan umpan panjang ke wilayah depan. Karena strategi inilah para gelandang United memiliki peran yang dominan pada laga tersebut. Mou juga tidak lupa memberikan instruksi kepada Pogba untuk tidak terpancing keluar dari posisinya dan mengejar Davy Klaassen.

“Saya memposisikan para pemain fullback saya agar dapat menahan pergerakan lini tengah, kemudian ketika mereka mulai bermain ke samping maka fullback saya tetap dapat menahan mereka di sayap kemudian Herrera dapat mengisi kekosongan bagian tengah. Satu hal yang saya tekankan kepada semua pemain saya adalah bahwa mereka tidak boleh merasa ragu selama bermain di lapangan. Selain itu bermain kreatif juga berguna ketika mereka sedang dalam keadaan terjepit,” jelas Mou.

Manajer United tersebut juga tidak lupa menambahkan bahwa menurutnya yang disebut dengan permainan cantik adalah bermain tanpa memberikan kesempatan bagi lawan untuk mengembangkan permainan mereka. Namun ia juga mengakui bahwa tim asuhannya tersebut bukannya tanpa kelemahan, oleh sebab itu ia tidak hanya bermain indah tapi juga memastikan bahwa ia mendapatkan hasil pertandingan yang memang ia inginkan.

“Banyak orang yang berpendapat bahwa Ajax memiliki permainan yang indah dan bermain indah itu penting dalam sebuah pertandingan. Namun saya tekankan pada para pemain saya bahwa definisi dari bermain indah adalah tidak memberikan lawan anda kesempatan untuk melakukan apa yang mereka inginkan. Saya juga sempat berbicara dan bercanda dengan Smalling, ‘kami memiliki kaki sepertimu, untuk apa kita bermain dari belakang’.”

“Begitulah caranya kami dapat meraih kemenangan pada sebuah pertandingan. Sejak peluit pertama di menit pertama ketika pertandingan dimulai, kami sudah menghindari bermain bola diantara bek dan gelandang, karena saya memperhatikan bahwa Ajax memang hebat dalam mengambil alih penguasaan bola dengan melakukan pressing yang ketat. Tapi pada laga tersebut para gelandang kami berhasil mencegah mereka mendapatkan penguasaan bola dari kami. Jika dalam menguasai bola saja mereka tidak bisa, lalu bagaimana mereka bisa bermain menekan?,” tambahnya lagi.

Namun terlepas dari permainan yang banyak dikatakan pragmatis, strategi yang Mou terapkan tersebut terbukti berhasil meraih hasil yang memuaskan, yaitu kemenangan untuk Manchester United. Ia juga menerapkan strategi yang sama pada semua tim yang pernah diasuhnya, dan ia berhasil membuktikan pada banyak orang bahwa bermain dengan memperhatikan efisiensi itu lebih penting daripada hanya bermain indah saja di lapangan, namun pada akhir pertandingan justru gagal meraih kemenangan. Hal ini pun membuat kiprah Setan Merah di kompetisi musim 2017/18 sangat ditunggu. Apalagi Mourinho juga punya trend positif, yang mana selalu menjuarai liga di musim kedua bersama tim asuhannya.

The popularity of Zlatan Ibrahimović

Featured

Zlatan Ibrahimović or Zlatan as he is fondly known is a player that is not only a good footballer, but also somebody that is supremely arrogant. However, he has the right to be; after all, he is one of the greatest footballers that have come out from Sweden. One of the best things about Zlatan Ibrahimović is the fact that he has been able to consistently bring about a lot of change in how his game can and should develop, and he continues to befuddle the opposition into thinking that he is vulnerable on a particular platform.

Zlatan Ibrahimović is by far one of the greatest celebrities from the modern Europe, and continues to bring about a lot of change in how people perceive them. Also known to possess the alter ego of God in terms of football, he happens to bring about a lot of enthusiasm as well as understanding on how people think about footballers in that particular country. Zlatan, with his social media profile has been able to bring about a lot of change with how he converses with his fans, and he continues to do so with astounding regularity, even when he happens to be amongst a lot of bad press.

Zlatan has also been named as the second-best player from Sweden, after the tennis maestro Bjorn Borg and he continues to astound the world with his footballing skills. He is also the proud recipient of the Puskas award given by FIFA for his bicycle kick during the game against England. Currently, he is also amongst the most charismatic people that you would need, and he continues to hog the limelight whenever there is any football game that features him. Playing in Paris Saint German, Juventus, wherein he won the Seria A twice, before it was stripped away due to the corruption scandal, he has been able to remain out of any controversy that deals with monetary compensation.

Zlatan is also a player that has been able to consistently perform at the highest possible speeds in club football. He has played in almost every other league except the English Premier league, where in you would also be inducted in this coming year. He is famous for his attitude, his quotations, as well as the different types of gimmicks that he goes on to display in the football field, as well as off it.

Funny, and having never won the champions league, Zlatan is also one of those players that has consistently performed in the football field for clubs like AC Milan, Barcelona, inter Milan, Juventus and Ajax. So, one can honestly say that this is a footballer that not only has a massive fan following, but he has been known to speak his mind and not reserve anything. Some of the funny comments have gone out to footballers, some to reporters, and some to people who ended up on his bedside. However, there is no mistaking the fact that Zlatan is one of those charismatic footballers that would go on to create their own footmark in the footballing arena.

Solanke Jadi Proyek Jangka Panjang Liverpool

Featured

dominic solanke dibidik tim liga premier

Sepakbola tanah Britania sudah mulai bergerak. Banyak tim-tim penghuni Liga Primer yang sudah membidik beberapa pemain untuk menjadi anggota skuat tim musim depan. Bisa dibilang aksi ini sangatlah aktif, sebab bursa transfer sendiri baru dibuka 1 Juli 2017 nantinya. Manchester City terlihat sebagai tim yang sangat aktif merombak susunan pemain untuk kompetisi musim depan. Sebelumnya, City secara resmi telah melepas 5 pemain pilar mereka. Sebagai gantinya, punggawa anyar The Citizen asal AS Monaco, Bernardo Silva kabarnya telah setuju untuk merumput di Etihad Stadium musim depan.

Tak hanya itu, Manchester City pun kabarnya juga tengah menanti kepastian penjaga gawang Benfica, Ederson Morales untuk bergabung. Sementara itu, bekas punggawa City, Pablo Zabaleta pun langsung mendapat tempat bernaung bersama West Ham United.

Manuver cepat yang dilancakan oleh City dan West Ham akhirnya mendapat pesaing. Liverpool pun turut bergerak dengan mengincar beberapa pemain sebagai anggota skuat baru. Tak seperti pesaingnya, Liverpool melakukan langkah yang jauh berbeda. Bukan pemain bintang seperti yang telah dibidik oleh City dan West Ham. Namun pilihan pun jatuh pada talenta belia berusia 19 tahun, Dominic Solanke.

Menurut Telegraph, penyerang muda tersebut direkrut dari Chelsea dengan status gratis atau bebas transfer. Namun, ketika sang pemain menginjak usia 24 tahun, Chelsea akan menuai kompensasi sebesar 3 Juta pounds. Lalu, gaji sebesar 20 ribu pounds per pekan bakal menjadi gaji yang diberikan bandar sbobet Liverpool untuk Solanke.

Dominic Solanke memang sudah resmi diumunkan pada tangg 30 Mei silam. Namun, Solanke baru bisa bergabung dengan skuat Liverpool pada tanggal 1 Juli yang akan datang, yaitu saat masa kontraknya dengan Chelsea usai. Sebagai pemain muda, Solanke bakal menjadi proyeksi panjang Liverpool. Nantinya ia akan dimasukan ke dalam skuat Liverpool U-23. Solanke akan tergabung dengan sesama pemain muda seperti Ben Woodburn, Trent Alexander-Arnold, dan Harry Wilson. Mereka semua dan juga pemain muda Liverpool lainnya memiliki kans yang sama untuk bisa tembus ke dalam skuat utama Liverpool.

Tampaknya sang pelatih Juergen Klopp memiliki alasan kuat untuk memboyong Solanke. Pasalnya, pemain yang cukup mirip dengan Diego Costa tersebut tersimpan talenta besar sebagai penyerang masa depan Timnas Inggris. Solanke sendiri pun juga sempat tergabung bersama skuat muda Inggris, mulai dari U-16 hingga U-21. Saat ini pun Solanke tengah berjuang bersama timnas Inggris U-21 dalam ajang Piala Dunia U-20 di Korea Selatan.

Sejauh ini Solanke mampu menampilkan permainan apik dalam ajang tersebut. Ia berhasil menciptakan gol pembuka kala timnya sukses membungkam Argentina dengan skor 3-0. Kini pun Solanke bersama rekannya tengah menyiapkan diri untuk menghadapi laga babak 16 besar kontra Kosta Rika.

Tak hanya level timnas, di level klub junior pun prestasinya cukup membanggakan. Bersama skuat Chelsea junior, beberapa gelar bergengsi sempat ia dapat seperti Juara Piala FA junior tahun 2014 dan 2015. Bersama Chelsea junior juga, Solanke sempat memenangkan trofi Liga junior UEFA 2014/2015. Debut bersama skuat utama pun sempat ia cicipi kala timnya menang telak 6 gol atas Maribor di ajang Liga Champions 2014. Selanjutnya, klub Eredivisie Vitesse juga pernah memakai jasa pemain muda tersebut dengan status pinjaman. Merumput di Belanda, Solanke membukukan 7 gol dari 25 laga bersama Vitesse.

Masa pinjaman pun berakhir. Solanke pun kembali ke klub asalnya Chelsea. Namun sayangnya, ia hanya menjadi pelapis ketiga dibawah bayang-bayang Diego Costa dan Michy Bathshuayi sepanjang musim 2016/2017. Pada tanggal 23 Agustus lalu, Solanke mendapat kesempatan masuk skuat dalam ajang Piala FA menghadapi Bristol Rovers. Sayangnya bagi ia hanya mampu menggugurkan 90 menit laga dari bangku cadangan.

Walau belum ada kontribusi konkrit, Solanke tetap dianggap Chelsea sebagai potensi bagus yang mereka punya. Pihak klub sendiri berusaha keras supaya Solanke tidak hengkang. Mungkin karena jengah terus dibangkucadangkan, pada akhirnya keputusan pergi dari Chelsea pun diambil oleh Solanke.

Liverpool memang memulai pergerakan dengan langkah yang cukup kecil. Namun hal itu bukan alasan bagi kita untuk tidak mengikuti jejak perjalanan Liverpool di bursa transfer mendatang. Beberapa pemain pilar kabarnya tengah menjadi bidikan serius pelatih Klopp, diantaranya Virgil Van Dijk asal Southampton, Mohammed Salah dari AS Roma, Alex Oxlade-Chamberlain dari Arsenal hingga bekas anak asuhnya di Borussia Dortmund Christian Pulisic.

Total Football And Its Impact On Football Culture Of Holland

Featured

Once a footballing powerhouse, Holland has now been reduced to a shadow of its former self. However, it is not the total lack of talent or even the benchmark gameplay that they have been able to put forward in the global footballing stage. Rather, it is the lack of particular strategies, certain ways in which they went about their football that brought a natural flair and support to the side. Of course, one can obviously say that most of the legends of Holland football did retire, and that there was a very big void left. However, talent as never been in shortage for the Holland team, and it is the same event today. However, the strategy of total football was something that they had become famous for, and it was implemented to their national team.

The tactical theory which is known as total football was in fact something that the Holland team did find themselves an expert about. It was the theory wherein any outfield player would take over any role of the ibetsbobet team, and that actually made man marking and any other sort of defensive tactics become jeopardized by the opposition. This was put to great success by the National football team of Holland to in the 1974 World Cup. One of the earliest exponents of total football would be the club real Madrid, although there were a lot of other sites like Santos that went on to become extremely famous in its use.

The concept of total football ensures that a player can seamlessly move out of his position and be replaced by other team members, thus ensuring that the structural integrity of the gameplay is not undermined. It is much like water, which is a fluid system, and therefore any kind of player will be able to take on any predetermined role, irrespective of whether that happens to be a midfielder, an attacker or even a defender. The only person capable of remaining in his position would be the goalkeeper.

The primary success of total football was only due to the adaptability of each and every footballer in every position within the football pitch. Most of the time, it was dependent upon the ability of the pier to quickly switch the positions depending upon the situation on the field. In theory, it requires a lot of people to be comfortable in various positions with a lot of physical and technical demand.

It is during the 19 seventies and the clubs of Holland went on to display the finest tenants of total football, and Ajax was victorious in the season of 1971 to 1973 winning the home seasons without any problems. Total football has now become a concept only for some European clubs, and Holland has let go of this particularly wonderful tactic only to get results. However, they have been going downhill, even more so that most of their players have now become fatigued with excessive club football and do not represent the national team very often.

Setelah Mendapatkan Neymar, Paris Saint-Germain Untung atau Merugi?

Paris Saint-Germain tengah berbahagia saat ini berkat keinginan mereka untuk memiliki sang bintang asal Brasil, Neymar, telah terkabul. Itu terjadi pasca nilai klausul pelepasan Neymar yang mencapai 222 juta euro itu telah ditebus dan disetujui oleh Barcelona. Melalui akun Twitter resmi klub, PSG mengumumkan bahwa Neymar telah resmi menjadi bagian dari kubu Les Parisiens hingga tahun 2022 mendatang.

Hal yang sama juga dilakukan oleh pihak Barcelona. Melalui akun resmi mereka, Barca menyebutkan bahwa Neymar kini tidak lagi memperkuat La Blaugrana karena hijrah ke Paris Saint-Germain. Barca juga enggan berkomentar perihal penolakan yang diakukan oleh pihak La Liga serta menyerahkan semua keputusan ke tangan UEFA selaku asosiasi sepakbola tertinggi di Eropa.

Barca menyebutkan bahwa pada hari Kamis (3/8/2017) malam, perwakilan Neymar telah menemui pihak otoritas tertinggi di Barca dan telah melakukan pembayaran sebesar 222 juta euro untuk memutus kontrak resmi Neymar bersama Blaugrana. Selain itu, pihak Barcelona juga telah menyerahkan perihal transfer tersebut kepada UEFA agar segera ditindaklanjuti perihal detail operasi sehingga pihak UEFA sendirilah yang akan bertanggungjawab jika ada pelanggaran-pelanggaran disiplin di masa mendatang.

Sejatinya, biaya penebusan transfer pemain harus melibatkan pihak otoritas liga di Spanyol, yaitu La Liga. Namun karena pihak La Liga melakukan penolakan maka mau tidak mau pihak dari Neymar sendirilah yang harus turun tangan meskipun juga harus tetap melibatkan La Liga untuk melakukan pembayaran klausul pembelian pemain. Lantaran dianggap terlalu rumit, maka Barca menyerahkan hal  ini langsung pada UEFA.

Masalah yang dihadapi Neymar sejatinya bukan kali pertamanya terjadi. Tercatat pada tahun 2014 lalu Ander Harrera yang merupakan gelandang asal Spanyol dari klub Athletic Bilbao juga melakukan langkah yang sama ketika dirinya akan berlabuh ke Manchester United. Saat itu, pihak klublah yang bersikukuh untuk pertahankan Harrera dan menolak untuk menjual ke MU. Namun setelah Harrera melunasi klausul transfer sekitar 36 juta euro barulah Athletic Bilbao mau melepas Harrera untuk klub berjuluk Setan Merah itu.

Tingginya harga transfer yang digelontorkan PSG menjadikan Neymar sebagai pemain bola termahal di dunia untuk saat ini. Harga yang secara otomatis mengalahkan harga transfer pemain MU Paul Pogba pada tahun 2016 lalu yang hanya sekitar 105 juta Euro.

Pemain yang nantinya akan kenankan seragam dengan nomor punggung 10 ini bakal terima gaji dari PSG sekitar 44 juta Euro dalam kurun waktu satu tahun dan sekitar 8,7  miliar per pekan. Hal ini  belum termasuk biaya tiket jika ia pulang ke Brazil serta bonus-bonus lain jika ia tampil gemilang bersama PSG. Harga tinggi tersebut sengaja diminta sang pemain dan merupakan syarat agar dirinya mau bergabung bersama PSG.

Kedatangan Neymar sejatinya bakal mempengaruhi keuangan di dalam tubuh PSG. Mahalnya harga yang harus dikeluarkan untuk Neymar mengharuskan PSG untuk memulai menghitung biaya pendapatan klub mereka demi menghindari Financial Fair Play (FFP). PSG juga bakal terima sanksi berat jika kembali melanggar FFP seperti yang ia lakukan pada tahun 2014 lalu bersama Manchester City. Saat itu, PSG dikenakan denda seharga 20 juta Euro serta harus membatasi jumlah pemain untuk berlaga di Liga Champion.

Saat ini PSG memang tengah banjir pendapatan namun jika memaksa untuk membeli Neymar maka PSG harus siap-siap merugi dan salah satu jalan agar terhindar dari hal itu maka PSG harus segera menjual beberapa pemain terbaik mereka dengan harga tinggi.